Alat Kesehatan dan Fungsinya, Penting untuk Kondisi Darurat!

Selain jenisnya yang beragam, setiap alat kesehatan juga memiliki fungsi yang berbeda-beda. Salah satunya adalah sebagai langkah pertolongan ketika menghadapi kondisi darurat medis. Hal ini sekali lagi memang dikarenakan jenis alat kesehatan dan fungsinya yang memang beragam.

Alat Kesehatan Standar untuk P3K

Kamu tentu sudah familiar dengan istilah P3K atau Pertolongan Pertama pada Kecelakaan, kan? Seperti yang sudah kamu ketahui, P3K bisa jadi penolong dalam kondisi-kondisi tertentu.

Dan di dalam set P3K, terdapat juga berbagai alat kesehatan dan fungsinya yang bisa membantumu ketika mengalami luka ataupun cedera. Bisa dibilang di dalam P3K terdapat berbagai alat kesehatan standar sehingga bisa jadi solusi yang mudah, cepat, dan praktis terutama saat kamu mengalami cedera atau luka saat di rumah.

Misalnya goresan benda tajam, keseleo, luka bakar, atau gigitan serangga. Tak hanya itu saja, alat kesehatan standar juga bisa jadi pertolongan cepat kalau kamu mengalami alergi, pilek, demam, atau batuk.

Oleh karena itu, tentu tak mengherankan jika di setiap rumah perlu memiliki P3K. Dan beberapa alat kesehatan standar dalam P3K yang perlu kamu siapkan meliputi:

  • Kain kasa, plester, dan perban untuk menangani luka.
  • Gunting untuk memotong kain kasa, plester, atau perban.
  • Pinset untuk mengambil potongan/serpihan berukuran kecil ataupun benda berukuran kecil yang masuk ke hidung atau telingansecara tidak disengaja.
  • Sarung tangan medis dari lateks untuk mencegah infeksi pada luka dan membersihkan luka.
  • Termometer.
  • Larutan antiseptik seperti cairan alkohol dan povidone iodine untuk membersihkan luka.
  • Berbagai jenis obat seperti obat batuk, pereda demam dan antinyeri, dan antihistamin.

Alat Kesehatan dan Fungsinya

Di samping alat kesehatan yang sifatnya lebih basic untuk P3K, ada juga beberapa jenis alat kesehatan dan fungsinya yang sangat bermanfaat terutama dalam kondisi darurat medis. Biasanya, pemilihan jenis alat kesehatan yang pas bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan ataupun kondisi medis yang diidap. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Nebulizer dan inhaler.



Kedua jenis alat kesehatan tersebut berfungsi untuk membantu menyalurkan obat lewat saluran pernapasan dan penggunaannya adalah dengan cara dihirup. Baik nebulizer maupun inhaler wajib tersedia di rumah, terutama jika kamu atau ada anggota keluarga yang menderita asma. Bahkan, ada kondisi asma di mana penderitanya juga perlu membawa inhaler ke mana saja ia bepergian.

Glukometer (alat tes gula darah).



Sedangkan buat kamu atau anggota keluarga yang mengidap diabetes, tentu pasien diharuskan untuk selalu memonitor kadar gula atau glukosa di dalam darah. Untuk memonitornya, kamu butuh glukometer atau alat tes gula darah yang wajib tersedia di rumah. Dan karena ukurannya yang compact dan praktis dibawa ke mana saja, glukometer juga bisa dibawa bepergian.

Glukometer sendiri merupakan alat digital berbentuk kecil tanpa kabel. Pada alat terdapat jarum kecil steril yang digunakan untuk mengambil sampel darah serta strip yang menampung sampel tersebut. Kemudian, alat akan langsung mengukur kadar glukosa pada darah sampel.

Tensimeter.

Seperti yang sudah kamu ketahui, tensimeter merupakan alat kesehatan dan fungsinya yang sangat penting terutama bagi penderita tekanan darah tinggi alias hipertensi. Meski begitu, kamu juga tetap dianjurkan untuk menyediakan tensimeter walaupun kamu tidak mengidap hipertensi sekalipun.

Soalnya, rutin mengukur tensi juga sangat penting dalam memantau kondisi kesehatan tubuh. Terlebih lagi, kamu jadi bisa ukur tensi kapan saja tanpa harus ke klinik atau puskesmas, kan?

Saat ini, sudah tersedia tensimeter digital yang mudah digunakan dan memiliki tingkat akurasi pengukuran yang tinggi. Dengan begitu, kamu bisa menggunakannya untuk mengukur sendiri tekanan darahmu.

Pulse oximeter.

Alat kesehatan berikutnya yang juga direkomendasikan untuk kamu miliki dan sediakan adalah pulse oximeter. Fungsi dari alat ini adalah untuk mengukur detak jantung serta kadar oksigen yang terdapat di dalam darah. Maka dari itu, pulse oximeter merupakan alat kesehatan yang sangat penting untuk pasien penderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, stroke, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Di pasaran, kamu bisa temukan beberapa jenis pulse oximeter. Salah satunya adalah pulse oximeter berukuran kecil yang bisa langsung kamu pakai pada ujung jari. Saat digunakan, alat akan menunjukkan angka dalam satuan persen (%) yang mengindikasikan kadar oksigen di dalam darah.

Normalnya, kadar oksigen darah ada di kisaran angka 90 sampai 92 persen. Hanya saja, kadar oksigen darah bisa menurun saat kamu mengalami tanda atau gejala penyakit seperti sesak napas. Maka dari itu, jika kamu memiliki penyakit tertentu, pulse oximeter bisa bantu ukur kadar oksigen dan terutama sangat membantu saat terjadi penurunan yang membutuhkan terapi oksigen. Jadi, pasien bisa mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan dengan segera.

Tabung oksigen.

Tabung oksigen adalah salah satu jenis alat kesehatan yang dibutuhkan dalam terapi pengobatan penyakit kronis tertentu, terutama gagal jantung, stroke, dan PPOK. Biasanya, dokter lah yang menentukan apa jenis tabung oksigen serta jumlah oksigen yang perlu diberikan kepada pasien yang perlu menjalani terapi oksigen di rumah. Selain itu, dokter pun akan menyarankan alat penyalur oksigennya, yang bisa berupa masker atau selang oksigen.

Hanya saja, perlu kamu perhatikan kalau tabung oksigen gampang terbakar dan meledak saat berada di suhu tinggi (panas). Maka dari itu, pastikan kamu mengikuti petunjuk penyimpanan tabung oksigen agar alat kesehatan dan fungsinya bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Jadi, hindari penyimpanan tabung oksigen di dekat sumber api seperti dapur, ya!

Stetoskop

Stetoskop adalah alat medis yang digunakan untuk mendengarkan suara dalam tubuh manusia, seperti suara jantung, suara paru-paru, dan suara usus. Alat ini terdiri dari tabung plastik atau logam yang dihubungkan dengan dua earpiece atau headphone yang ditempatkan di telinga dokter atau perawat. Ada juga stetoskop elektronik yang mengubah suara menjadi sinyal elektronik dan memperkuatnya, sehingga suara yang dihasilkan lebih jelas dan lebih mudah didengar.

Stetoskop pertama kali dikembangkan pada abad ke-19 oleh seorang dokter Prancis bernama René Laennec. Pada saat itu, dokter-dokter hanya menggunakan pendengaran langsung untuk mendengarkan suara dalam tubuh pasien mereka, yang kadang-kadang memerlukan mendekati tubuh pasien.

Peak Flow Meter

Peak Flow Meter adalah alat medis yang digunakan untuk mengukur seberapa baik fungsi paru-paru seseorang, terutama pada penderita asma. Alat ini membantu dalam menentukan seberapa cepat udara dapat dikeluarkan dari paru-paru, yang dikenal sebagai peak expiratory flow rate (PEFR).

Peak Flow Meter terdiri dari tabung plastik yang dilengkapi dengan skala pengukuran yang dapat membantu dalam mengukur kecepatan aliran udara saat seseorang menghembuskan nafas dengan keras dan cepat. Tes ini membantu dalam mengevaluasi seberapa baik pasien dapat mengalirkan udara keluar dari paru-paru dan membantu dalam memantau efektivitas pengobatan asma.