-->

Sop Ventilator Hamilton T1

 

Peralatanelektromedik.com-Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan SOP tentang Ventilator merk Hamilton Medical dengan tipe T1. Artikel ini berisi bagaimana cara menginstal, mengoperasikan, memaintenance, dan melakukan perbaikan alat Ventilator T1 kepada sobat elektromedis dimanapun berada. 

  1. Unit Hamilton-T1
  2. Konektor Breathing circuit
  3. Breathing circuit
  4. Humidifier
  5. Trolley




Item

Deskripsi

1

RJ-45 ethernet connector

2

Label

3

HEPA filter

4

Cover

5

Dust filter

6

O2 cell

Item

Deskripsi

1

Pendingin udara

2

Jalur inspirasi

3

Jalur ekspirasi

4

Pengeras Suara

5

Konektor flow sensor

6

Konektor nebulizer

Item

Deskripsi

1

Konektor USB. Untuk update software, export data event log, & print screen

2

Pendingin udara

3

Tempat merapikan kabel power

4

Label serial number

5

DC power

6

AC power

7

Konektor low flow oksigen

8

Konektor high pressure oksigen

9

Penutup konektor USB

  • Layar

  1. Modes yang sedang aktif
  2. Parameter control
  3. Menu Control & Alarm
  4. Indikator power yang sedang digunakan, baterai atau sumber listrik
  5. Timer untuk silence alarm
  6. Grafik
  7. Simbol trigger pasien
  8. Monitoring parameter utama 
  9. Pesan alarm
  10. Setting Pmax
  11. Pressure limitation
  12. Indikator informasi alarm
  13. Tombol freeze

  • Persiapan Memulai Ventilasi
    • Kategori Pasien dan Breathing Sirkuit

Tinggi Badan

(cm)

Berat

Badan Ideal

(kg)

Diameter tubing

(mm)

Flow sensor

30 – 150

3 - 48

15

Pedatric/Adult

> 130

> 30

22

Pediatric/Adult

    • Pemasangan Asesoris untuk Pediatric/Adult 

    • Pasien breathing circuit dengan heater wire
    • Pasien breathing circuit dengan filter HME
  • Cara Memasang Valve Ekspirasi



    1. Expiratpry valve membrane
    2. Expiratory valve cover
    3. Metal plate, perhatikan posisinya.
  • Cara Memasang Flow Sensor

    • Pastikan bagian flow sensor yang bertuliskan "PATIENT" menghadap ke pasien
    • Pastikan tubing flow sensor tidak terlipat (kinking)
  • Pemasangan Nebulizer

    • Nebulizer dipasang di jalur inspirasi
    • Dipasang di antara Y-piece & Probe hosing agar tidak mengganggu proses penghangatan pada humidifier.
  • Menyalakan Unit
    • Tekan tombol "power switch" seperti yang terlihat pada gambar.

  • Beberapa saat kemudian akan tampak tampilan seperti di bawah ini

    • Inputlah jenis kelamin & tinggi badan pasien. Maka secara otomatis Hamilton-T1 akan menghitung IBW (ideal body weight) pasien tersebut.
    • Pilih ”Start Ventilation”
  • Test dan Kalibrasi
    • Jalankan test & kalibrasi melalui menu “System” kemudian pilih “Test & Calib”
  • Prosedur :
    1. Kenalilah bentuk dan aksesoris HAMILTON – T1.
    2. Pasang semua breathing set dengan benar dan komplit.
    3. Pasang selang GAS O2 ke tabung.
    4. Cek kondisi baterai.
    5. Nyalakan unit dengan menekan switch On/Off.
    6. Inputlah jenis kelamin & tinggi badan pasien. Maka secara otomatis Hamilton-T1 akan menghitung IBW (ideal body weight) pasien tersebut.
    7. Pilih ”Start Ventilation”
    8. Lakukan kalibrasi tighness test dan flow sensor.
    9. Jika semua sudah dalam kondisi normal, ventilator siap di pakai ke pasien.
    10. Pilihlah mode yang sesuai, atur setting parameter pada menu ”control” dan atur setting batas alarm pada menu ”alarm”.
    11. Untuk Lebih detailnya selalu lihat operator manual
    12. Jalankan test & kalibrasi melalui menu “System” kemudian pilih “Test & Calib”


    • “Tightness” artinya mengkalibrasi kerapatan pada breathing set yang sudah dipasang, apakah ada kebocoran atau tidak.
    • Cara kalibrasi Tightness Test
      • Pilih menu “Tightness”
      • Tunggu pesan yang muncul di monitor
      1.  Disconnect Patient, artinya  lepaskan balon test.
      2. Tighten Patient System tutup bagian flex tube yang terbuka dengan sarung tangan sterill
      3. Connect patient, pasang kembali flex tube & balon test.
 Perhatikan kotak di sebelah menu “ tightness ”. Jika tercentang warna hijau berarti tidak ada kebocoran pada breathing circuit yang terpasang. Apabila yang muncul tanda silang berwarna merah, cek kembali pemasangan circuit karena berarti masih terbaca adanya kebocoran.
    • Kalibrasi “Flow Sensor” artinya mengkalibrasi apakah flow sensor masih dapat digunakan atau harus diganti.
    • Cara Kalibrasi Flow Sensor Pediatric / Adult
      • Pilih menu  “Flow Sensor”
      • Tunggu pesan yang muncul di monitor
        1. Disconnect Patient  lepaskan flextube & balon test
        2. Turn The Flow Sensor baliklah posisi flow sensor yakni bagian yang bertuliskan “PATIENT” menghadap ventilator. Pada proses ini diperlukan konektor yang sudah disediakan dalam setiap kemasan flow sensor
        3. Calibration in Progress  artinya proses kalibrasi sedang berlangsung
        4. Turn The Flow sensor baliklah posisi flow sensor yakni bagian yang bertuliskan “PATIENT” kembali menghadap ke pasien tanpa konektor lagi
        5. Calibration in Progress  artinya proses kalibrasi sedang berlangsung untuk sisi sebaliknya
        6. Connect patient,  pasang kembali flex tube & balon test.
Perhatikan  kotak di sebelah menu :”flow sensor”. Jika tercentang warna hijau berarti kalibrasi berhasil. Apabila yang muncul tanda silang berwarna merah, berarti kalibrasi gagal, ulangi sekali lagi prosedur kalibrasi.

    • Kalibrasi O2 cell artinya mengkalibrasi O2 cell yang terpasang apakah dapat membaca / menyensor konsentrasi oksigen yang disetting dengan konsentrasi oksigen yang termonitor.
      • Cara Kalibrasi O2 cell
        1. Pilih menu ”O2 cell”
        2. Tunggu 2 menit
Perhatikan  kotak di sebelah menu ”O2 cell”. Jika tercentang warna hijau berarti kalibrasi berhasil. Apabila yang muncul tanda silang berwarna merah, berarti kalibrasi gagal, ulangi sekali lagi prosedur kalibrasi.

Cara Pasang Breathing Set
  • Ventilator Setting
    • Patient Setup
      • Setelah unit dinyalakan akan muncul menu patient setup. Sesuaikan dengan situasi yang diinginkan. Pastikan bahwa pada ventilator telah terpasang breathing circuit yang sesuai dengan kategori pasien yang akan dirawat.
      • Berikan informasi jenis kelamin & tinggi badan pasien, maka Ideal Body Weigth akan otomatis terkalkulasi. 
      • Pilih “Start Ventilation” untuk memulai ventilasi dengan setting baru. Pilih “Last Patient” untuk mengaktifkan kembali setting terakhir sebelum unit dimatikan.
  • Memilih Modus Ventilasi
    • Modus ventilasi yang sedang digunakan ditampilkan pada pojok kanan atas layar. Untuk mengubah modus :
      • Buka menu “Mode”
      • Pilih modus yang diinginkan
      • Tekan “confirm”

  • Mengatur Control Setting
    • Setting parameter control dengan menekan menu “Controls” yang meliputi : “Basic”, “More”, & “Apnea”.
      • “Basic” > untuk setting parameter yang berkaitan dengan modus yang dipilih
      • “More” > terdapat pilihan “Sigh” yang dapat diaktifkan apabila diperlukan
      • “Apnea” > untuk setting apnea backup (aktif pada semua modus kecuali : SCMV, PCV, & ASV)
  • Tabel Control Parameter


  • Alarm
    • Untuk kepentingan keamanan pasien, jangan lupa untuk selalu menentukan batas alarm.
      • Tekan menu ”ALARM”
      • Pilih parameter alarm yang akan diatur, kemudian atur angkanya.
      • Alarm pada ”Limit 2” hanya aktif jika option ETCO2 diaktifkan.
      • Pilih ”Loudness” untuk mengatur volume alarm
      • Menu ”Buffer” berisi informasi 6 buah alarm yang paling baru. 




  • Monitoring

  • Parameter Utama
    1. Batas alarm high pressure
    2. Pressure limitation
    3. Tombol freeze
    4. Grafik airway pressure (Paw)
    5. Indikator trigger pasien
    6. Dynamic lung
    7. Waktu yang tersisa untuk silence alarm
  • Numeric Patient Data
    • Cara melihat data pasien yang berupa angka (numeric patient data) :
      • Buka menu ”Monitoring”
      • Kemudian pilih ”Value” 

  • Grafik 
    • Hamilton – T1 menampilkan waveform pressure/time sebagai display standar. Tapi dari menu “Graphic”, user dapat memilih grafik kedua yang diinginkan.
      • Buka menu “Monitoring” kemudian pilih menu “Graphic” 
      • Pilih grafik yang diinginkan :
        • Flow > waveform flow/time
        • Volume > waveform volume/time
        • Dynamic Lung 
        • Vent Status
        • Grafik ASV
        • PCO2 (hanya ada jika fasilitas ETCO2 diaktifkan)
        • FCO2 (hanya ada jika fasilitas ETCO2 diaktifkan)


  • Dynamic Lung
    • Panel Dynamic Lung memvisualisasikan tidal volume, lung compliance, patient trigger, & resistance secara real time. Gambar paru akan mengembang & mengempis secara sinkron dengan nafas pasien yang aktual. 
    • Nilai resistance (Rinsp) & compliance (Cstat) juga ditampilkan. Jika semua nilai berada pada range normal, akan muncul bingkai berwarna hijau pada panel dynamic lung. 
  • Tidal Volume (Vt)
    • Dynamic Lung mengembang & mengempis untuk menunjukkan tidal volume secara real time. Paru – paru akan bergerak secara sinkron dengan nafas actual pasien berdasarkan pembacaan flow sensor. 
  • Compliance (Cstat) \
    • Dynamic Lung menggambarkan compliance (Cstat) pasien seperti contoh di bawah ini :
  • Patient Trigger
    • Apabila ventilator mendeteksi adanya trigger atau nafas spontan pasien, Dynamic Lung akan menggambarkannya seperti gambar di bawah ini :
  • Resistance (Rinsp)
    • Bronchial Tree pada Dynamic Lung menggambarkan resistance (Rinsp) tiap nafas.
  • Vent Status
    • Panel Vent Status menggambarkan 6 parameter yang berhubungan dengan ketergantungan pasien terhadap ventilator. Indicator pada masing – masing parameter akan bergerak naik atau turun sesuai dengan kondisi pasien. Jika indicator tersebut berada dalam area biru muda (weaning zone), menggambarkan bahwa support dari ventilator semakin berkurang atau pasien sudah berada dalam kondisi weaning. 
  • Trend 
    • User dapat memilih fasilitas TREND untuk menampilkan data trend yang terjadi pada pasien selama 1, 6, 12, atau 24 jam terakhir. 

  • Loops
    • T1 dapat menampilkan kurva dynamic  loop dengan kombinasi sebagai berikut :
      • Pressure / Volume
      • Pressure / Flow
      • Flow / Volume
      • Volume / PCO2 (hanya ada jika ETCO2 diaktifkan)
      1. Batas alarm high pressure
      2. Batas pressure limitation
      3. Tombol “reference loop”. Tekan tombol ini untuk menyimpan loop yang terdisplay saat ini. 
      4. Kurva loop yg sekarang
      5. Kurva loop yg sebelumnya
  • Freeze 
    • Fasilitas ini diberikan agar user dapat menghentikan tampilan grafik selama 30 detik & menganalisa grafiknya. 
  • Modus Ventilasi
    • Konsep Biphasic
      • Dikenal juga dengan nama BIPAP/ double CPAP. Prinsipnya adalah pencapaian target tidal volume tertentu umumnya setelah diset, dengan pressure yang relatif kecil. Perbedaan utama dengan pressure cycle mode adalah tidal volume tertentu, misalnya 500 ml, dapat dicapai dengan pressure yang lebih rendah < 15 cmH2O, dibandingkan dengan pressure cycle mode yang membutuhkan > 15 cmH2O. Hal ini  dimungkinkan karena automatic inspiratory flow serta time insp. yang lebih panjang. Kondisi diatas memungkinkan pasien bernapas secara spontan (free breathing). Untuk mengetes system Bipap dapat dipergunakan teknik sebagai berikut :
        1. Ti diperpanjang 1.5-2 :1
        2. Aktifkan Volume hingga 500 ml
        3. Set limit pressure pada alarm 20 cmH2O
        4. Amati airway pressure, selalu kurang dari 20 cmH2O
      • Untuk lebih jelasnya lihat perbedaan grafik dibawah ini :
  • Modus Mandatory
    • Saat pasien mulai mentrigger, Ftotal akan bertambah, sementara insp.time dan tidal volume (S-CMV+) atau Insp.pressure (PCV+) tetap konstan, minVol naik berdasarkan setting dan kondisi pasien.. Modus mandatory memperbolehkan pasien untuk bernapas bebas. Meskipun  selama fase pemberian pernapasan, flow yang terjadi tidak terkontrol. 
    • (S)CMV+  (SYNCHRONIZED CONTROLLED MANDATORY VENTILATION)
      • Modus ini dapat mengkontrol tidal volume & rate pasien
      • Setiap satu kali napas, adaptive kontrol membandingkan seting dari user (Vtnya) dengan rata-rata total dari inspirasi dan ekspirasi dari tidal volume (Vt dan VTE)
      • Jika nantinya insp.pressure yang dihasilkan kurang dari napas sebelumnya, maka akan diberi dorongan untuk napas berikutnya untuk dapat mencapai target volume.
      • Pemberian insp.pressure bertahap yaitu 1 – 2 cmH2O setiap kali bernapas.
      • Adaptive control dapat memberikan pressure antara PEEP + 5 cmH2O dan Pmax – 10cmH2O, sampai kategori pemberian maksimum yaitu 50 cmH2O dibawah PEEP.
    • Parameter yang disetting :
    • Keterangan :
      • VT : tergantung berat badan umumnya adalah 10 ml x berat badan. Vt merupakan gas yang diberikan ke pasien dalam satu menit.
      • Rate : jumlah  napas dalam satu menit
      • Trigger : dapat disebut juga dengan sensitivity, untuk mendeteksi napas pasien. Untuk pasien yang tidak boleh bernapas trigger dapat di Off.
      • PEEP : Positive End Expiratory Pressure, diaktifkan untuk pasien dengan gangguan diffusi paru, seperti qedema paru, ARDS,Atelektasis.
      • I:E ratio : untuk mengatur time cycle
      • FiO2 : Oksigen konsentrasi yang diberikan ke pasien.
    • PCV+ ( PRESSURE CONTROLLED VENTILATION )
      • Pressure dikontrol (dapat disetting), volume bergerak bebas.
      • Prinsipnya pressure dimasukkan dengan pressure tertentu
      • Pasien tidur dan pola napas mengikuti mesin
      • Parameter yang disetting :
    • Keterangan :
      • Pcontrol : mengatur jumlah pressure yang akan diberikan.
      • Rate : Banyaknya napas dalam satu menit
      • Trigger : dapat disebut juga dengan sensitivity, untuk mendeteksi napas pasien. Untuk pasien yang tidak boleh bernapas trigger dapat di Off.
      • PEEP : Positive End Expiratory Pressure, diaktifkan untuk pasien dengan gangguan diffusi paru, seperti qedema paru, ARDS,Atelektasis.
      • I:E ratio : untuk mengatur time cycle
      • FiO2 : Oksigen konsentrasi yang diberikan ke pasien.
  • Modus Intermittent 
    • Modus SIMV+ dan PSIMV+ pada Hamilton - T1 memberikan napas dengan kombinasi antara pemberian napas dari mesin (Tmand) dan dikombinasi dengan napas pasien itu sendiri (Tspont). Selama Tmand, ventilator menunggu trigger dari pasien untuk napas. Jika pasien memberikan trigger, ventilator langsung memberikan bantuan napas (Psupport). Tapi jika pasien tidak mentrigger napas, maka ventilator akan memberikan napas mesin kembali.
      • SIMV+ (SYNCHRONIZED INTERMITTENT MANDATORY VENTILATION)
        • Pada modus SIMV+, masih menggunakan mandatory breath seperti pada modus (S)CMV+. Ini dapat dijadikan alternatif dalam napas spontan. Modus SIMV+ menjamin volume. Karena karakteristik dari modus SIMV+, modus ini dipilih untuk kedua alternatif yaitu untuk support dan weaning.
      • PSIMV + (PRESSURE SYNCHRONIZED INTERMITTENT MANDATORY VENTILATION)
        • Pada modus PSIMV+,  mandatory yang digunakan adalah PCV+. Hal ini dapat menjadi alternatif dengan napas spontan. Modus PSIMV+ tidak menjamin pemberian tidal volume yang cukup setiap saat. Pada saat menggunakan modus ini, hati-hati pada perubahan tidal volume pasien, dapat dilihat dari kondisi pasien dimonitor.
  • Modus SPONT (Spontaneuous)
    • Pada modus SPONT, napas spontan pasien dengan support dari mesin diberikan. Pada modus ini, fungsi Hamilton - T1 sebagai permintaan sistem flow saat mensupport pasien dalam bernapas spontan agar tidal volume terpenuhi. Apnea backup pada modus ini dapat diaktifkan. Setting Psupport membatasi pressure yang terjadi. Pasien menentukan waktu pernapasannya. Napas spontan pasien dapat ditrigger oleh pasiennya sendiri atau dari mesin.
    • Keterangan :
      • Psupport : untuk membantu memberi pressure pada napas spontan.
      • ETS : Expiratory Trigger Sensitivity, mengatur waktu dihentikannya inspiratory flow, standard normal adalah 25% dari inspiratory flow. Untuk pasien COPD sebaiknya ETS diset pada 40%.
      • Trigger : dapat disebut juga dengan sensitivity, untuk mendeteksi napas pasien. Untuk pasien yang tidak boleh bernapas trigger dapat di Off.
      • PEEP/CPAP : Positive End Expiratory Pressure, diaktifkan untuk pasien dengan gangguan diffusi paru, seperti oedema paru, ARDS,Atelektasis.
      • FiO2 : Oksigen konsentrasi yang diberikan ke pasien.
  • NIV (Non Invasive Ventilation)
    • Non Invasive Ventilation adalah modus ventilasi yang meminimalkan kebutuhan intubasi atau membantu mempercepat ekstubasi. NIV menggunakan face masks yang tersedia 3 size, & digunakan untuk pasien yang dapat bernafas spontan tanpa bantuan rate dari ventilator. Berdasarkan pada ventilasi pressure support , modus ini memventilasi napas spontan pasien meskipun pada saat bersamaan muncul adanya kebocoran. Tetapi hal ini dapat diatasi karena NIV pada Hamilton - T1 dapat mengkompensasi kebocoran dan memberikan informasi seberapa besar kebocoran yang terjadi.  

  • NIV - ST (Non Invasive Ventilation – Spontaneous Time)
    • Sedangkan NIV – ST digunakan untuk pasien yang sudah mempunyai nafas spontan tapi masih memerlukan bantuan rate dari ventilator. 
  • DuoPAP and APRV
    • Modus Volume dan Pressure mana yang lebih efektif ?
      • Dalam 2 dekade terakhir, modus volume dianggap lebih efektif karena operator dapat mengatur Tidal Volume dan RR untuk menaikkan / menurunkan PaCo2, dan peep serta FiO2 untuk menaikkan/menurunkan PaO2. Kelemahan Modus Volume adalah resiko Braotrauma dan juga sulit dipakai untuk pasien pediatric dan infant. Modus pressure dalam dekade terakhir lebih diperhatikan, karena selain dapat dipakai pasien pediatric dan infant, juga dapat dipakai pada pasien dengan compliance rendah seperti ARDS, Pneumothorax, dan TBC. Kelemahan dari modus pressure pasien sulit untuk bernapas spontan karena inspiratory pressure, dan bila terjadi fighting dan menyebabkan terjadinya pneumothorax.
    • Perbandingan Modus Volume dan Modus Pessure :

Volume Ventilation

Pressure Ventilation

  • Tidal Volume konstan
  • Inspiratory pressure bervariasi.
  • Inspiratory flow konstan
  • Kelemahan: resiko barotrauma
  • Tidal vomule bervariasi
  • Inspiratory pressure konstan
  • Inspiratory flow bervariasi.
  • Kelemahan : resiko hypoventilasi
  • Bila terjadi fighting memngkinkan terjadi pneumothorax.

  • DuoPAP (Duo Positive Airway Pressure)
    • Modus pressure yang dimodifikasi, sehingga bila pasien bernapas spontan, inspiratory pressure otomatis berkurang, sehingga Ppeak selalu tetap.
    • Modus memungkinkan untuk pasien bernapas spontan ( free breathing)
  • Valve Aktif
    • Ventilator yang memiliki modus DuoPAP dilengkapi dengan valve aktif.
    • Saat pasien bernapas spontan, valve membuka,inspiratory pressure turun,sehingga Ppeak tetap (P support).
    • Saat pasien tidak bernapas, valve menutup, inspiratory pressure tetap (P control).

  • Gambaran dari DuoPAP ventilation
  • APRV  (Airway Pressure – Release Ventilation)
    • Merupakan pengembangan dari DuoPAP.
    • DuoPAP = APRV, sama-sama menggunakan aktif valve, memiliki kemampuan adaptive pressure, sehingga pasien dapat bernapas spontan setiap saat.
    • Tetapi pada APRV, I:E ratiobersifat adaptasi, sehingga cocok untuk pasien ARDS.
    • Gambaran dari APRV
    • Keunggulan DuoPAP dan APRV
      • Prinsipnya dalah modus Pressure
      • Modus pressure yang dimodifikasi, dengan menggunakan valve aktif, yang memungkinkan pasien bernapas spontan.\
      • Dengan cara diatas resiko fighting yang dapat mengakibatkan pneumothorax dapat dihindari.
      • Pemakaian sedatif dapat dikurangi.
  • ASV ( Adaptive Support Ventilation)
    • Adaptive Support Ventilation adalah modus ventilasi baru, berupa modus closed-loop control yang dapat berubah secara otomatis dari PCV/CMV sampai SPONT, berdasarkan kondisi pasien yang terjadi. Prinsip dari operasi tersebut di setting berdasarkan control pressure SIMV dengan level pressure dan frequensi SIMV secara otomatis berubah berdasarkan perhitungan mekanik paru pada setiap napasnya. ASV menyediakan suatu modus yang aman dan efektif ventilation pada pasien dengan lung normal, restrictive atau obtructive disease. Untuk kasus cardiac surgery ekstubasi lebih cepat dengan menggunakan modus ASV dari pada modus control.
    • Arah dari Ventilasi Otomatis
      • Modus ASV yang unik menjamin bahwa pasien menerima setting menit ventilasi, walaupun pasien bernapas secara spontan atau diventilasi secara mekanik. Asv secara otomatis merubah setting kepada kebutuhan dari pasien tersebut, pada kemungkinan pressure yang paling rendah. ASV menggunakan aturan Lung-protective Strategy dan didesain untuk mengurangi pengaruh dari alarms yang timbul.
    • User-friendly Control Panel
      • Modus conventional mengharuskan untuk mensetting banyak control, tetapi hal itu juga ada beberapa panduan cara untuk melakukannya. Pada ASV hanya menset control yang tepat (penting), yaitu :
        • %MinVol, untuk mengkontrol pH/PaCO2 dan WOB
        • Peep/CPAP, untuk mengkontrol volume paru, dan mekanik paru.
        • FiO2, untuk mengkontrol PaO2
    • Strategi dari Lung-Protective
      • ASV didesain untuk menjaga tetap paling rendah minute volume dari yang diset dari user, disamping mencegah tachypnea, AutoPEEP, dan kompensasi dead space ventilation (Garis kotak pada modus ASV pada layar grafik ASV). Ini dapat terjadi tanpa melakukan setting ulang pada plateau pressure. ASV menyediakan ventilasi penuh pada apnea atau pada kondisi pasien yang buruk, kemudian otomatis kembali ke kontrol sampai pasien bernapas spontan.
      • Dengan Strategy Perlindungan paru-paru dapat menghindarkan pasien dari adanya :
        • Apnea
        • Volu/Barotrauma
        • AutoPEEP
        • Tachypnea
      • Menyesuaikan 3 Langkah untuk Closed-loop control
        • ASV bekerja secara otomatis secara berulang dan terus menerus, menjalankan 3 lankah berikut ini, yaitu :
          • Menaksir napas pasien pad setiap napasnya.
          • Menghitung napas yang paling optimal berdasarkan pada WOB pasien yang paling minimum dengan menggunakan metode Otis Equation.
          • Mendekati target secara otomatis mengatur rate dan inspiratory pressure.

  • Cleaning, Disinfeksi, dan Sterilisasi
    • Peringatan :
      • Untuk meminimalkan resiko terkontaminasi dari bakteri atau kerusakan secara fisik, tangani bacteria filter yang ada dengan hati-hati.
      • Untuk mencegah pasien terkontaminasi, sterilkan dengan teknik yang direkomendasi oleh pabrik.
    • Perhatian :
      • Jangan mere-use accessories yang disposable atau single patient use. Semuanya harus dibuang setelah digunakan.
      • Jangan mencoba untuk mensterilkan internal ventilator (ventilator bagian dalam). Jangan mencoba untuk mensterilisasi seluruh ventilator dengan gas ETO (Ethylene Oxide).
      • Menggunakan lebih dari satu teknik sterilisasi dapat menyebabkan kerusakan pada alat.
    • Catatan :
      • Bagian dibawah ini menyediakan petunjuk secara umum untuk cara membersihkan dan bagian yang terkontaminasi oleh aktifitas pasien. Table 1 memberikan informasi kepada user metode spesifik yang dilakukan untuk mensterilkan alat-alat dari Hamilton - T1. Untuk bagian alat yang tidak disupllay dari Hamilton Medical, ikuti petunjuk dari pabriknya. Jangan mencoba untuk membuat prosedur cleaning, kecuali telah dispesifikasikan oleh Hamilton.
      • Setelah bagian cleaning dan diinfeksi, akan ditunjukan untuk tes dan kalibrasi yang dijelaskan pada sesi berikutnya.
Metode Decontaminasi  untuk asesories Hamilton - T1

PART

CARA MENDEKONTAMINASI

KETERANGAN

Breathing Tubes (Silicone Rubber)

·    Steam autoclave suhu 131°C - 134°C selama 3 menit atau suhu 121°C selama 6 – 15 menit

·    Atau disinfeksi secara kimiawi

·    Atau sterilisasi ETO

 

Gulung tubing dengan baik jangan dibengkokkan pada saat disteril. Lubang tubing tidak ada embun sebelum dibungkus untuk di autocalve. Hindari membersihkan tubing dengan minyak, minyak pelumas untuk silicone,  organics solvent (seperti benzene, ether, ketone, dan khlor hydrokarbon), zat asam, cairan pekat, dan phenol.

Mask (silicone rubber)

·    Steam autoclave suhu 131°C - 134°C selama 3 menit atau suhu 121°C selama 6 – 15 menit

·    Atau disinfeksi secara kimiawi

·    Atau sterilisasi ETO

 

Hindari memberi  minyak, zat pelarut,  organic solvent, zat asam, cairan pekat pada mask.

Kempeskan bantalan dari mask sebelum di steam autoclave supaya bantalan mask tidak meletus.

Flow sensor

Disinfeksi kimiawi atau sterilisasi ETO

Jangan menggunakan sikat yang keras atau tajam karena dapat menyebabkan rusaknya membran flow sensor.    Jangan autoclave

Inspiratory Filter (Bacteria Filter), Reusable, Autoclavable

Hanya Steam autoclave suhu 131°C - 134°C selama 3 menit

atau

suhu 121°C selama 6 – 15 menit.

·            Periksa alat jika ada yang retak atau rusak, ganti jika diperlukan.

·            Ganti jika telah 20 kali diautoclave.

·            Jangan di disinfeksi kimiawi atau di ETO.


Expiratory Valve membrane

·    Disinfeksi secara kimiawi

·    Atau sterilisasi ETO

Cek membran jika ada kerusakan, ganti jika perlu.

Jangan autoclave

Nebulizer jar, single patient use

Disinfeksi kimiawi

Untuk kepentingan pasien, sebaiknya tidak digunakan untuk lebih dari 1 pasien.

Jangan autoclave

·       Expiratory valve cover (polysulfone)

·       Y-piece

·       Water trap

·       Adapters

·       Connectors (polysulfone)

·       Temperature probe housing (polysulfone dan silicone rubber)

·    Steam autoclave suhu 131°C - 134°C selama 3 menit atau suhu 121°C selama 6 – 15 menit

·    Atau disinfeksi secara kimiawi

·    Atau sterilisasi ETO

Periksa alat jika ada retak atau yang rusak, ganti jika diperlukan.

 

  • Petunjuk Umum Cara Membersihkan
    • Lepas semua bagian yang akan dibersihkan, breathing set harus dilepas semua satu persatu.
    • Cuci bagian-bagian tersebut dengan air hangat dan beri sabun yang lembut.
    • Bilas seluruhnya sampai bersih dengan air hangat.
    • Semprot dengan udara kering
    • Cek seluruh bagian-bagian yang telah dibersihkan, ganti jika ada yang rusak.
    • Disinfeksi atau sterilkan.
    • Pasang kembali bagian-bagian tersebut setelah steril, kemudian jalankan ventilator untuk melakukan kalibrasi yang tersedia.
  • Petunjuk Umum Cara Disinfeksi Secara Kimia
    • Bersihkan sesuai dengan petunjuk umum cara membersihkan.
    • Cek seluruh bagian-bagian yang telah dibersihkan tersebut.
    • Disinfeksi dengan alkohol 70 % selama 1 – 3 jam. Kimia lain yang diperbolehkan untuk digunakan :Schulke & Mayr Lysetol® AF dan Gigasept® FF, dan Henkel-Ecolab Incidur® dan sekusept® PLUS. Larutan seperti ini telah diuji coba berdasarkan petunjuk umum dari manufaktur. 
    • Rendam semua asesoris dalam aquadest selama 1 – 3 jam.
  • Petunjuk Umum Cara Sterilisasi Dengan Autoclave
    • Bersihkan sesuai dengan petunjuk umum cara cleaning diatas.
    • Cek seluruh bagian-bagian yang telah dibersihkan tersebut.
    • Pasang kembali bagian-bagian tersebut
    • Autoclave sesuai petunjuk yang dianjurkan.

Sekian artikel tentang Sop Ventilator Hamilton T1, silahkan baca artikel kami lainnya di peralatanelektromedik.com terimakasih sobat elektromedis sudah membaca artikel kami semoga bermanfaat

LihatTutupKomentar