Sop USG VIVID E9 Lengkap

Peralatanelektromedik.com-Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tentang SOP USG merk GE dengan tipe Vivid E9. Artikel ini berisi cara bagaimana menginstall, mengoperasikan, maintenance, dan melakukan perbaikan alat USG Vivid E9 kepada sobat elektromedis dimanapun berada.

TAHAP INSTALASI
1. Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum instalasi adalah sebagai berikut :
  • Berita Acara.
  • Standard Tools.
  • Tegangan Listrik.                
  • Grounding Test. 
2. Instalasi
Langkah-langkah yang perlu dilakukan saat instalasi adalah sebagai berikut :

1. Check List Unit dan Kelengkapannya.
2. Positioning Monitor.
Berikut langkah-langkahnya :
  • Untuk membuka kunci putar searah jarum jam (A).
  • Lalu gerakan sesuai keinginan.
  • Untuk mengunci putar berlawanan jarum jam (B). Parked Position
3. Setting
Sebelum melakukan setting yang harus dilakukan adalah logging on ADM:
a. Procedur A:
  • Pilih Tab “Utility” pada touch screen.
  • Lalu pilih “Config”.
b. Procedur B:
Tekan “F2” pada keyboard.
Kedua prosedur diatas akan menuju ke Operator Login

Lakukan Login dari sebelumnya USR ke ADM, dengan Password ulsadm.
c.  Connectivity – Dataflow
  • Pilih “Connectivity” lalu pilih “Dataflow”.
  • Lakukan setting Data flow, penyimpanan data dilakukan ke internal hard disk atau yang lain.

d. Connectivity – Additional Output
  • Pilih “Connectivity” lalu pilih “Additional Output”.
  • Lakukan setting Additional Output, seperti fungsi tombol P1, P2 dan Record menuju pada Printer BW atau Printer Color.
e. Connectivity – TCPIP
  • Pilih “Connectivity” lalu pilih “TCPIP”.
  • Lakukan setting AE Tittle sesuai dengan Serial Number.
f. System - Setting
Pilih “System” lalu pilih “Setting”
  • Setting nama rumah sakit dan departemen.
  • Setting tanggal dan waktu setempat.
  • Setting bahasa dan unit.
g. Install Software Option
Pilih “ Admin” lalu pilih “System Admin”

  • Lalu pilih “New”.
  • Lalu masukan Software Option Key.
SELANJUTNYA ADALAH PENGOPERASIANNYA

Pengertian Umum USG 
Ekokardiografi adalah suatu prosedur pemeriksaan jantung yang bersifat non invasif atau semi invasif untuk menilai anatomi, fungsi dan hemodinamik jantung dengan menggunakan suara ultra (Ultrasound), yakni gelombang suara dengan frekuensi yang melebihi frekuensi pendengaran manusia, yaitu lebih dari 20.000 siklus per-detik (>20 kHz) (Oemar Hamed, 2005).
Tujuan dari pemeriksaan ekokardiografi adalah :
  • Mengevaluasi pembesaran jantung (kardiomegali) yang dapat terjadi akibat tekanan darah tinggi, kebocoran katup jantung atau gagal jantung.
  • Mengetahui keadaan otot-otot jantung yang lemah atau jantung tidak dapat memompa darah dengan sempurna.
  • Mengevaluasi struktur jantung yang terdapat pada penyakit jantung bawaan seperti pada kebocoran sekat-sekat jantung.
  • Mengevaluasi adanya gumpalan darah (thrombus) didalam jantung yang dapat menyebabkan stroke.
  • Menetapkan derajat kelainan seperti penyakit jantung katup karena penyakit jantung rematik.
  • Mengevaluasi hasil pengobatan atau intervensi.
Salah satu alat ekokardiografi yang di keluarkan GE Healthcare adalah Vivid E9. Alat ini dapat digunakan untuk pemeriksaan Transtoracik Ekokardiografi (TTE), Transesopageal Ekokardiografi (TEE), pembuluh darah ekstremitas atas, bawah dan abdomen dll. Mesin echo Vivid E9 mempunyai bentuk console dan juga bentuknya ergonomic.

Alat dan Fitur
Mesin Vivid E9 merupakan salah satu alat ekokardiografi yang di produksi oleh GE (General Electric) yang kelasnya premium. Vivid E9 mempunyai bentuk console serta ergonomic dengan berat 140 kg dan lebar layarnya 19 inch. Alat ini dapat digunakan untuk pemeriksaan jantung, pembuluh darah, ginjal, abdomen dll. Selain dapat digunakan untuk pemeriksaan jantung secara 2 dimensi, vivid E9 juga dapat digunakan untuk pemeriksaan jantung secara 4 dimensi.

Tranduser
Tranduser yang dapat digunakan dimesin vivid E9 ini ada beberapa jenis :

  • Tranduser Sektor dan Volume
  • Tranduser Transesopageal Ekokardiografi
  • Tranduser Linear
  • Tranduser Convex

Tranduser Sektor dan Volume

Tranduser sektor merupakan tranduser yang mempunyai frekuensi yang rendah. Jika suatu tranduser memiliki frekuensi yang rendah maka daya penetrasinya semakin dalam, oleh sebab itu tranduser ini biasa digunakan untuk pemeriksaan jantung dan paru – paru secara 2 dimensi, sedangkan tranduser volume dapat digunakan untuk pemeriksaan jantung secara 2 dimensi & 4 dimensi. Adapun tranduser sector yang terdapat pada mesin vivid E9 adalah:

2 Dimensi


4 Dimensi

Tranduser Transesopageal Ekokardiografi


Tranduser Linear


Tranduser Convex

Cara Memasang dan Melepaskan Tranduser

Cara Memasang Tranduser

  • Pegang tranduser dengan sangat hati-hati,  kedua ujung tranduser pegang masing-masing dengan kedua belah tangan ( Pastikan ujung tranduser jangan sampai terbentur atau jatuh karena dapat merusak kristal yang ada didalam probe ).
  • Atur posisi pengunci tranduser dalam keadaan tidak mengunci (posisi mengarah ke kiri).
  • Posisikan tranduser konektor sejajar dengan tranduser port, kemudian tekan ke dalam dan pastikan telah terhubung dengan benar.
  • Ubah kembali posisi pengunci tranduser sehingga dalam keadaan mengunci (mengarah ke kanan).
  • Pastikan kabel tranduser tidak menyentuh lantai.
Cara Melepaskan Tranduser

Probe dapat dilepaskan kapan saja, pastikan tranduser dalam keadaan tidak aktif ketika akan dilepas.

  • Freeze gambaran dengan menekan tombol Freeze
  • Ubah posisi konektor pengunci ke posisi kiri (unlock)
  • Tarik tranduser dan konektor dari tranduser port
  • Lepaskan tranduser dari port unit
  • Kemudian simpan tranduser pada tempatnya dengan benar jika tidak digunakan.
Cara Menghidupkan dan Mematikan Mesin

Untuk mengihidupkan mesin tekan tombol Power On/Off kurang lebih selama 2 detik tunggu sampai muncul tampilan menu pada monitor, sedangkan untuk mematikan mesin, dapat dilakukan dengan menekan tombol Power On/Off tunggu sampai muncul tampilan menu pilihan, click SHUT DOWN kemudian tunggu beberapa saat sampai layar monitor benar-benar mati.

Mengisi Data Pasien

Identitas pasien sangat penting untuk diisi, karena untuk mempermudah user mencari hasil pemeriksaan yang sudah lama dilakukan. Selain itu juga untuk menghindari dari tertukarnya hasil pemeriksaan antara pasien A dan pasien B.

Adapun cara mengisi data pasien :

  • Pilih tombol “Patient”, maka akan timbul tampilan seperti dibawah.
  • Masukkan data ID pasien, nama pasien,tanggal lahir pasien, jenis kelamin dst. (ID pasien harus diisi karena untuk menyimpan gambar pasien ). System ini diprogram secara otomatis untuk meminta data ID Pasien.
  • Tekan tombol “ Create Patient
Setelah kembali ke layar, kemudian tekan tombol probe. Fungsinya untuk memilih probe yang akan digunakan dan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan

Knobologi

Komponen utama sebuah mesin Ekokardiografi terdiri dari tranduser, monitor, papan kontrol, perekam video dan printer. Beberapa mesin mempunyai panel tombol dan panel sentuh sebagai satu kesatuan dari papan kontrol. Papan control adalah perangkat keras dimana operator melakukan pengaturan utama terhadap semua kegiatan untuk mendapatkan hasil ekokardiografi. Maka dari itulah penting sekali untuk kardiologi atau sonografer untuk mengetahui dan memahami dalam penggunaan mesin tersebut, agar mendapatkan gambar yang baik serta hasil pengukuran yang akurat.


Berikut adalah fungsi dari knobologi pada unit Vivid E9 :
Pemeriksaan Jantung
Parasternal Long Axis (PLAX)
Letakkan tranduser di daerah intercostal IV dengan marker kearah jam 11.00 (Bahu pasien sebelah kiri). Maka akan terlihat gambaran parasternal long axis.
Parasternal Long Axis
Parasternal Short Axis (PSAX)
Dari potongan parasternal long axis tranduser di rotasi 45° searah jarum jam ke jam 1. Maka akan dapat dilihat potongan parasternal short axis setinggi katup mitral.

Parasternal Long Axis

Kemudian tranduser di tilting ke lateral, sehingga terlihat gambaran parasternal short axis setinggi papilari muscle.
Parasternal Short Axis                                 
Setinggi Papilari Muscle



Parasternal Short Axis Setinggi Katup Aorta
Apikal 4 Chamber (4 Ruang)
Gambaran 4 chamber didapatkan dengan menaruh tranduser di interkostal 5 mid aksila kiri (posisi V5 pada sadapan ekg 12 lead) dengan marker kearah jam 3. 
Apikal 4 Ruang
Apikal 5 Chamber ( 5 Ruang )
Gambaran apikal 5 ruang merupakan modifikasi dari gambaran apikal 4 ruang. Posisi tranduser tidak berubah. Tranduser sedikit ditilting ke anterior sampai left ventrikel outflow tract (LVOT) dan aorta ascenden proksimal terlihat.

Apikal 5 Ruang

Apikal 2 Chamber ( 2 Ruang )
Dari posisi 4 ruang tranduser di rotasi 45ᵒ sedikit berlawanan arah jarum jam sampai terlihat 2 ruang jantung dan katup mitral berada di antara keduanya. Stop rotasi sebelum terlihat LVOT.

Apikal 2 Ruang

Apikal 3 Chamber ( 3 Ruang )
Dari posisi 2 ruang rotasi 45ᵒ tranduser berlawanan arah jam sampai menghadap kanan dada pasien. Stop rotasi jika sudah terlihat LVOT. 
Apikal 3 Ruang
Posisi Subcostal
Tranduser diletakkan di posisi subkostal. Tranduser dirotasi kearah jam 12 kemudian di tilting ke anterior. Akan terlihat Vena Cava Inferior. 
Gambaran Subcostal
Posisi Suprasternal
Posisi tranduser diletakkan didaerah suprasternal dengan posisi marker kearah jam 1. Tranduser di tilting sedikit ke inferior. 

Gambaran Suprasternal

Anatomical M-Mode
Anatomical M-Mode bisa digunakan untuk meletakkan kursor pada pasien yang posisi jantungnya sulit untuk perpendikuler dengan monitor. Hal ini membantu user untuk melakukan pemeriksaan M-Mode.
Adapun cara menggunakan Anatomical M-Mode adalah :
  1.  Ambil gambaran 2D
  2. Tekan “AMM”
  3. Tekan “SET” untuk melepaskan kursor dari sumbunya.
  4. Gunakan trackball untuk mengatur kursor.
  5. Jika sudah mendapatkan potongan yang diinginkan, tekan “SET”.
  6.  Maka akan terlihat gambaran M-Mode.
  7. Lakukan pengukuran M-Mode. 
M – Mode
Ejection Fraction (Auto EF) 
adalah salah satu software yang dimiliki oleh mesin vivid  E9. Software ini berguna untuk memudahkan user untuk mengukur fungsi pompa jantung secara otomatis. Cara menggunakan auto EF adalah :
  1. Ambil gambaran 4 chamber atau 2 chamber, kemudian store.
  2. Gunakan kursor untuk review gambaran 4 chamber yang sudah distore.
  3. Klik “Measure” pilih menu “Auto EF”
  4. Letakkan point di daerah basal lateral, basal septal dan apex.
  5. Klik “Proces”
  6. Maka ejection fraction otomatis akan keluar.
Auto EF
Tissue Velocity Imaging (TVI)
Cara menggunakan TVI adalah :
  1. Ambil gambaran 4 chamber
  2. Tekan tombol “TVI”, maka akan terlihat gambaran warna merah dan biru.
  3. Tekan “SET” untuk mengatur besar kotak warna
  4. Kemudian store.

Tisuue Velocity Imaging

Tissue Tracking (TT)
Cara menggunakan TT adalah :
  1. Ambil gambaran 4 chamber, 2 chamber atau 3 cahmber.
  2. Tekan tombol “TVI”, maka akan terlihat gambaran warna merah dan biru.
  3. Tekan “SET” untuk mengatur besar kotak warna
  4. Kemudian store.
  5. Gunakan kursor untuk review gambaran 4 chamber TVI yang sudah distore.
  6. Setelah tampil gambaran 4 chamber TVI, kemudian klik TT (tissue tracking)
  7. Kemudian akan timbul tampilan tissue tracking.
Tissue Tracking
Note : Agar dapat menggunakan tissue tracking, kabel ekg harus terpasang ditubuh pasien. Jika tidak dipasang, maka software ini tidak dapat digunakan.

Tissue Syncronize Imaging (TSI)
Cara menggunakan TSI adalah :
  1. Ambil gambaran 4 chamber, 2 chamber atau 3 cahmber.
  2. Tekan tombol “TVI”, maka akan terlihat gambaran warna merah dan biru.
  3. Tekan “SET” untuk mengatur besar kotak warna.
  4. Kemudian store.
  5. Gunakan kursor untuk review gambaran 4 chamber TVI yang sudah distore.
  6. Setelah tampil gambaran 4 chamber TVI, kemudian klik TSI.
  7. Kemudian akan timbul tampilan Tissue Syncronize Imaging.
Tissue Syncronize Imaging
Note : Agar dapat menggunakan tissue synchronize imaging, kabel ekg harus terpasang ditubuh pasien. Jika tidak dipasang, maka software ini tidak dapat digunakan.

Automatic Function Imaging (AFI)
Cara menggunakan AFI adalah :
  1. Ambil gambaran 3 chamber, 4 chamber dan 2 cahmber kemudian store.
  2. Gunakan kursor untuk review gambaran 3 chamber
  3. Tekan “Measure”, pilih AFI
  4. Letakkan point di daerah basal lateral, basal septal dan apex.
  5. Kemudian Klik “Proces” è Lalu Approve.
  6. Lakukan prosedur diatas pada gambaran 4 Chamber dan 2 chamber.

Automatic function Imaging (AFI)

Pemeriksaan Pembuluh Darah
Teknik Pemeriksaan Pembuluh Darah Karotis
Anatomi Pembuluh Darah Karotis
Pemeriksaan pembuluh darah karotis menggunakan tranduser linear, adapaun prosedur pemeriksaan pembuluh darah karotis adalah :
  • Menilai pembuluh darah karotis secara Short Axis (untuk melihat apakah terdapat plaque atau tidak ada pembuluh darah.
  • Transduser diletakkan secara melintang di atas klavikula sehingga tergambar pembuluh darah CCA (Common Carotid Arteri)
  • Kemudian dorong transduser ke atas agar terlihat gambar bulatan yang lebih besar (bifurkasio)
  • Transduser tetap didorong ke atas sehingga terlihat bulatan pecah menjadi 2 yaitu pembuluh darah ICA (Interna Carotid Arteri) dan ECA (Eksterna Karotid Arteri).

Short Axis Pembulu Darah Carotis

  • Mengambil gambar secara Long Axis arteri karotis komunis (CCA).
  • Rotasi (putar) transduser secara memanjang di atas klavikula.
  • Kemudian ambil gambar Doppler CCA dengan menekan tombol PW.
  • Atur sample volume dengan mengatur angle antara “45o - 60o”.
  • Posisikan sample volume di bagian tengah pembuluh darah CCA.
  • Apabila sudah terlihat gambaran spectrum doppler pada pembuluh darah CCA tekan tombol Freeze dan kemudian ukur Intima media thicknes (IMT), Peak Systolik Velocity (PSV), End Diastolik Velocity (EDV) gambaran tersebut.
  • Beri nama pada gambar lokasi pemeriksaan (Right/ Left CCA).
  • Kembalikan gambar ke posisi B Mode (tekan B) untuk memulai pemeriksaan yang lainnya.

Long Axis  CCA dan Doppler

  • Mengambil gambar Long Axis arteri karotis interna (ICA).
  • Dari posisi B-mode CCA, transduser diarahkan ke atas sehingga terlihat bifurkasio.
  • Arahkan kembali transduser ke arah telinga agar terlihat gambar pembuluh darah ICA.
  • Kemudian ambil gambar Spectrum Doppler dan ukur IMT, PSV, EDV (dengan cara seperti pemeriksaan CCA).
  • Beri nama pada gambar lokasi pemeriksaan.
  • Kembalikan gambar ke posisi B Mode (tekan B) untuk memulai pemeriksaan yang lainnya.
Long Axis  ICA dan Doppler
  • Mengambil gambar Long Axis arteri karotis eksterna (ECA).
  • Dari posisi B-mode CCA, transduser diarahkan ke atas sehingga terlihat bifurkasio.
  • Arahkan kembali transduser ke arah wajah agar terlihat gambar pembuluh darah ECA
  • Kemudian ambil gambar Spectrum Doppler ECA dan ukur IMT, PSV, EDV (dengan cara seperti pemeriksaan CCA).
  • Beri nama pada gambar lokasi pemeriksaan.
  • Kembalikan gambar ke posisi B Mode (tekan B) untuk memulai pemeriksaan selanjutnya.

Long Axis  ECA dan Doppler

  • Mengambil gambar arteri vertebralis.
  • Dari posisi CCA, arahkan transduser ke leher luar daerah lateral sehingga terlihat gundukan hitam.
  • Diantara gundukan hitam itu, terdapat pembuluh darah arteri vertebralis.
  • Kemudian ambil gambar Doppler dari pembuluh darah A. vertebralis dan ukur PSV, EDV serta diameter lumen pembuluh darah tersebut.
  • Beri nama pada gambar lokasi pemeriksaan.
  • Kembalikan gambar ke posisi B Mode (tekan B) untuk memulai pemeriksaan yang lainnya.
Long Axis  Vertebralis dan Doppler
  • Mengambil gambar berwarna.
  • Bertujuan untuk melihat aliran darah dari arteri karotis komunis (CCA), bifurkasio, arteri karotis interna (ICA).
  • Transduser diposisikan memanjang di atas klavikula, lalu transduser diarahkan ke atas untuk mendapatkan gambar CCA, bifurkasio, ICA.
  • Setelah itu, beri warna pada gambar tersebut dengan cara tekan Flow (atur colour box sesuai arah aliran darah).
  • Beri nama pada gambar lokasi pemeriksaan.
Long Axis  CCA, ICA, ECA diberi Color
Nilai Normal Intima Media Thicknes:
Normal        : ≤ 1 mm
Menebal       : >1 - < 2 mm
Plaque         : ≥ 2 mm

Teknik Pengukuran Intima Media Thicknes
  • Ambil gambaran CCA secara long axis sampai terlihat intima.
  • Kemudian tekan “Freeze”.
  • Pilih menu IMT (right / left).
  • Ambil garis dari kanan ke kiri.
  • Maka intima otomatis diukur.

Intima Media Thicknes 


TRANSFER DATA DAN PERAWATAN
Transfer Data
Setiap mesin Ekokardiografi mempunyai kapasitas memori yang berbeda. Untuk menghindari dari penuhnya memori pada unit, maka data pasien yang ada pada unit dapat dipindahkan atau di back up. Selain itu transfer data juga berguna untuk bahan presentasi seorang user untuk kasus tersebut. 

Cara Transfer Data Dari Unit ke DVD-R, CD-R atau USB
Untuk transfer data yang harus dilakukan adalah :
  • Masukan DVD-R, CD-R atau USB Ke Tempat DVD.
  • Tekan tombol pasien.
  • Pilih data pasien yang akan dipindahkan.
  • Pilih Export.
  • Pilih media untuk memindahkan (Dvd-R, CD-R atau USB).
  • Klik “Copy”.

Cara Transfer Data

Cara Transfer Data Dari DVD-R, CD-R atau USB ke Unit

Untuk transfer data yang harus dilakukan adalah :

  • Masukan DVD-R, CD-R atau USB Ke Tempat DVD.
  • Tekan tombol pasien.
  • Pilih “Import”.
  • Pilih media untuk memindahkan (Dvd-R, CD-R atau USB).
  • Pilih data pasien yang akan dipindahkan.
  • Klik “Copy”.
Catatan:

  • Data yang diexport ke DVD-R, CD-R atau USB dapat dilihat kembali dimesin vivid E9 atau di PC dengan menggunakan aplikasi DICOM viewer.
  • Data yang di export menggunakan format MPEGview ke DVD-R, CD-R atau USB dapat langsung dilihat di PC akan tetapi tidak dapat dibaca kembali di unit vivid E9.
Perawatan Unit

Perawatan unit ini sangat penting dilakukan oleh user agar mencegah unit dari kerusakan, serta agar unit dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Untuk perawatan dapat dilakukan perawatan harian dan perawatan bulanan.

Perawatan Harian :

  • Bersihkan unit dari debu menggunakan kain halus atau tissue.
  • Jangan membersihkan unit dan probe menggunakan alkohol.
  • Gunakan gel yang cukup saat pemeriksaan agar probe tidak panas.
  • Bersihkan permukaan probe dari gel dengan tissue halus setiap kali digunakan.
  • Gulung dan gantungkan kabel probe agar tidak terinjak roda ( dipasang di trolley).
  • Hindari kecelakaan pada probe seperti benturan atau jatuh.
  • Tekan tombol ” Freeze ” ketika alat sedang On tetapi tidak dioperasionalkan.
Perawatan Bulanan

Lakukan pengecekan beberapa komponen unit minimal setiap bulan yaitu : port probe, monitor, keyboard, port adaptor supply dan hardisk unit.

Catatan :

Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat unit dipindahkan :

  • Lepaskan probe dari portnya.
  • Lepaskan adaptor & power cord dengan hati-hati ( unit only ).
TERAKHIR FORM TATA CARA PERAWATAN VIVID E9



Sekian artikel tentang SOP USG GE Vivid E9 Lengkap, silahkan baca artikel kami lainnya di peralatanelektromedik.com terimakasih sobat elektromedis sudah membaca artikel kami semoga bermanfaat.